Jambu, 3 Agustus 2026 – Masyarakat pesisir Desa Jambu kembali melaksanakan tradisi Sedekah Laut di Pantai Selayar pada Senin Pahing, 3 Agustus 2026. Kegiatan yang telah menjadi warisan budaya turun-temurun ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki hasil laut serta doa bersama agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, dan keberkahan dalam menjalankan aktivitas melaut. Tradisi ini juga menjadi simbol keharmonisan antara masyarakat pesisir dengan alam yang menjadi sumber penghidupan mereka.
Acara berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh tokoh masyarakat, para nelayan, sesepuh desa, serta warga sekitar. Dalam kesempatan tersebut, Kamituwo Barat M. Bisri hadir mewakili Petinggi Desa Jambu yang berhalangan hadir karena agenda lain. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang tetap menjaga dan melestarikan tradisi Sedekah Laut sebagai bagian dari identitas budaya Desa Jambu sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.
Prosesi utama Sedekah Laut diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan pelarungan sesaji ke tengah laut sebagai simbol rasa syukur dan harapan agar hasil tangkapan ikan semakin melimpah serta seluruh nelayan senantiasa diberikan perlindungan saat mencari nafkah di laut. Suasana penuh kekhidmatan berpadu dengan semangat gotong royong masyarakat yang bersama-sama menyukseskan jalannya kegiatan.
Desa Jambu memiliki keunikan tersendiri dalam pelaksanaan tradisi Sedekah Laut. Berbeda dengan daerah lain, masyarakat Desa Jambu melaksanakan dua rangkaian Sedekah Laut, yaitu di Pantai Ngelak dan Pantai Selayar. Kedua kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur sekaligus mencerminkan kuatnya budaya maritim yang masih terjaga hingga saat ini.
Melalui pelaksanaan Sedekah Laut di Pantai Selayar ini, diharapkan semangat kebersamaan, gotong royong, serta kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal terus terpelihara. Tradisi ini bukan hanya menjadi agenda tahunan masyarakat nelayan, tetapi juga menjadi warisan budaya yang patut dijaga dan dilestarikan oleh generasi penerus sebagai bagian dari identitas Desa Jambu.